Mendapatkan tambahan dari sosial media

5 Alasan Mengapa Anda Harus Memulai Bisnis On-line Pada Umur 20an

Saat Anda memutuskan berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk bisnis dengan buat pribadi. Modal kerja awal sebaiknya menyokong nafas bisnis selama 12 bulan. Artinya, biaya tetap, seperti gaji dan administrasi harus sudah siap untuk operasi usaha setahun ke depan. Saat ini, mulai banyak orang yang mencari hasrat atau passion dalam hidup, dan membuat ardour yang dimiliki menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan. Sebuah riset menyatakan, generasi yang lulus dari universitas dalam 10 tahun terakhir lebih suka kerja tanpa ikatan dan bahkan memulai usaha.

Merintis usaha sedari dini

Sebagai pemula langkah awal dan paling bijaksana memulai usaha adalah dari sesuatu yang sudah dikenal. Ini akan membuat pengusaha lebih mengerti soal produksi, kualitas serta menentukan harga dan goal pasar. Itulah kenapa umumnya terjadi jika orang tua pengusaha maka anak-anaknya pun tidak jauh menjadi pengusaha. Maka dari itu ide dan instingnya pun dirasa lebih untuk mengikuti jenis usaha yang dilakukan oleh orang tuanya. Saya pribadi memiliki pengalaman membangun bisnis konsultan keuangan, setelah bekerja di sebuah perusahaan multinasional besar selama 5,5 tahun. Sepanjang enam bulan sebelum memutuskan akan berhenti bekerja, kami mengumpulkan dana darurat dan berusaha untuk hidup hanya separuh dari gaji setiap bulan.

Sementara itu untuk Brontoloro produksinya dilakukannya di salah satu rumah dengan jumlah karyawan kurang lebih 10 orang saat ini. Kapasitas produksi minimal 100box/hari dan mengalami peningkatan jika orderan yang masuk banyak. “Untuk bahan baku yang pastinya cokelat, soes dan kami mendapatkan bahan baku dari distributor resmi setiap merk,” katanya.

Justru kamu akan dapat banyak keuntungan ketika memulai usaha di usia muda. Kalau Stilovers punya hobi, cobalah tekuni dan jadikan itu sebagai ardour. Dari passion, kamu akan tertuntut untuk melakukan hal yang lebih lagi.

Tips pertama adalah jangan terpatok di modal yang besar dan hendaknya jika mulai bisnis dimuali dari kecil. Mungkin saat masih bekerja di korporasi, kebiasaan mengelola uang masih belum begitu rinci, lantaran tak perlu menyiapkan modal atau mengatur siklus keuangan sebagaimana dalam berwirausaha. Namun, saat usaha sendiri, keuangan dituntut untuk diatur secara efisien, agar laba yang diperoleh tidak lebih sedikit dari kerugian yang dialami.